Operasi Jantung

Kebiasaan Buruk bagi Jantung

6 Kebiasaan Buruk bagi Jantung

Jantung adalah organ penting dalam tubuh yang memompa darah ke seluruh bagian tubuh, dan menjaga kesehatannya sangatlah penting. Sayangnya, ada sejumlah kebiasaan buruk yang dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan jantung yang sering dilakukan seseorang dalam kehidupan sehari-harinya. Berikut daftar kebiasaan buruk bagi jantung yang penting diwaspadai:

1. Merokok

Merokok sejatinya dapat membahayakan hampir semua organ tubuh, mulai dari pembuluh darah, paru-paru, organ reproduksi, tulang, kandung kemih, organ pencernaan, termasuk juga jantung. Bahkan, merokok ini telah menjadi faktor risiko utama penyakit jantung.

Merokok dalam jumlah berapapun dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah. Ini karena rokok mengandung sejumlah bahan kimia beracun, termasuk yang paling sering disinggung adalah nikotin. Nikotin yang dihisap perokok akan terserap masuk ke aliran udara, lalu merangsang tubuh untuk memproduksi hormon adrenalin lebih banyak. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan.

Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko penyakit arteri perifer (PAD). PAD adalah kondisi ketika plak menumpuk di arteri yang membawa darah ke anggota tubuh terutama bagian tungkai dan ekstremitas bawah. Orang dengan PAD memiliki peningkatan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

Merokok menimbulkan risiko yang lebih besar bagi sebagian orang, terutama bagi wanita pengguna pil KB dan penderita diabetes. Menghirup asap rokok orang lain (perokok pasif) pun juga memiliki potensi kerusakan yang sama seperti pada orang yang merokok. Maka dari itu, sebaiknya hindari kebiasan buruk bagi jantung satu ini untuk mencegah efek negatif bagi kesehatan Anda sendiri dan orang sekitar.

2. Pola Makan Dengan Gizi Tidak Seimbang  

Pola makan tidak sehat seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan gula sederhana dapat meningkatkan risiko pembentukan plak aterosklerosis di dalam arteri. Seiring waktu, plak ini dapat menyumbat arteri, mempersempit aliran darah, dan mengurangi pasokan oksigen ke jantung.

Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi garam (natrium) dapat meningkatkan faktor risiko penyakit jantung yaitu tekanan darah tinggi. Pola makan tidak sehat erat kaitannya dengan obesitas, yang juga merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Obesitas ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme yang semuanya berkontribusi pada kerusakan jantung.

Agar kesehatan jantung tetap terjaga, pastikan untuk menerapkan pola makan yang sehat. Diantaranya dengan mengonsumsi makanan kaya akan serat, membatasi asupan garam/ natrium, mengurangi konsumsi lemak jenuh, dan makan lebih banyak makanan rendah kalori dan kaya nutrisi seperti buah-buahan dan sayuran.

3. Kurang Aktivitas Fisik

Kebiasaan buruk bagi jantung selanjutnya yaitu kurangnya aktivitas fisik. Kurang berolahraga menyebabkan penurunan kebugaran kardiorespiratori, yaitu kemampuan jantung dan paru-paru untuk menyediakan oksigen ke seluruh tubuh saat beraktivitas. Ketika kebugaran ini menurun, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, terutama selama aktivitas fisik yang lebih berat. Hal ini dapat meningkatkan tekanan pada jantung.

Aktivitas fisik yang kurang juga dapat mengakibatkan penurunan elastisitas arteri. Arteri yang kaku atau tersumbat oleh plak aterosklerosis menyulitkan aliran darah ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya pasokan oksigen ke jantung, yang dapat menyebabkan angina atau serangan jantung. 

Kurangnya aktivitas fisik pun berhubungan pula dengan perkembangan obesitas. Maka dari itu, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga setidaknya 30 menit sehari untuk melawan penyakit jantung dan kondisi kronis lainnya. 

4. Manajemen Stres yang Kurang Baik

Kebiasaan buruk bagi jantung yang lain termasuk manajemen stres yang kurang baik. Stres yang tidak terkontrol dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja jantung dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Stres yang tidak terkendali dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis berhubungan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. 

Salah satu respons tubuh terhadap stres termasuk peningkatan detak jantung. Ketika Anda merasa cemas atau stres, jantung Anda berdetak lebih cepat untuk meningkatkan suplai oksigen ke otak dan otot. Namun, stres kronis dapat membuat jantung harus bekerja lebih keras secara berulang-ulang, yang dapat mempengaruhi kinerjanya.

Stres juga dapat memicu pelepasan hormon stres, seperti kortisol dan epinefrin (adrenalin), yang dapat meningkatkan tekanan darah. Jika stres berkepanjangan, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

5. Konsumsi Alkohol Berlebih

Konsumsi alkohol dalam jumlah banyak dikaitkan dengan sejumlah dampak kesehatan yang buruk, termasuk bagi kondisi jantung. Asupan alkohol berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, gagal jantung, stroke, dan kardiomiopati alkoholik. 

Kardiomiopati alkoholik sendiri adalah suatu kelainan yang mempengaruhi otot jantung yang disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan. Kandungan kalori yang tinggi pada alkohol juga sering menjadi penyebab obesitas dan berbagai masalah kesehatan lain yang menyertainya. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kebiasaan buruk bagi jantung yang satu ini.

6. Begadang

Begadang juga termasuk ke dalam kebiasaan buruk bagi jantung yang perlu dihindari. Pada orang dewasa, waktu tidur yang direkomendasikan adalah 6-8 jam setiap harinya. Mereka yang tidur kurang dari 6 jam semalam, memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit kardiovaskular daripada mereka yang tidur 7 hingga 8 jam semalam.

Kebiasaan begadang dapat menyebabkan peningkatan risiko mengalami hipertensi. Saat kita tidur, tekanan darah cenderung turun. Tidur yang tidak cukup atau berkualitas buruk dapat mengganggu proses ini yang membuat tekanan darah akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.  

Kurangnya tidur akibat begadang juga dapat menyebabkan jantung berdebar. Mereka yang kekurangan waktu tidur, waktu istirahat seluruh organnya juga akan berkurang. Hal ini akan mengakibatkan kelelahan pada organ, misalnya otak. Setelah begadang, otak pun akan membutuhkan oksigen lebih banyak untuk bekerja normal. 

Demi memenuhi kebutuhan oksigen di otak dan organ-organ lain yang kelelahan, jantung akan memompa darah lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan oksigen seluruh bagian tubuh. Hal itu mengakibatkan denyut jantung akan meningkat dan menyebabkan orang yang mengalaminya merasakan ketidaknyamanan berupa dada berdebar.

Itulah beragam kebiasaan buruk bagi jantung yang penting untuk dihindari agar jantung tetap sehat dan terhindar dari risiko penyakit jantung. Dengan jantung yang sehat, tentu Anda dapat menikmati kehidupan yang lebih panjang dan berkualitas.

Apabila Anda memiliki masalah kesehatan jantung atau mengalami kesulitan untuk memulai kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan jantung, Anda bisa menghubungi layanan medis Kavacare. 

Kami dapat membantu Anda membuat care plan termasuk rekomendasi pola hidup sehat. Anda bisa menghubungi nomor WhatsApp Kavacare Support berikut 0811-1466-777 untuk melakukan telekonsultasi hari ini juga.

Sumber:

  1. Top Five Habits That Harm The Heart. https://www.health.harvard.edu/heart-health/top-five-habits-that-harm-the-heart. Diakses 24 September 2023. 
  2. How Smoking Affects the Heart and Blood Vessels. https://www.nhlbi.nih.gov/health/heart/smoking. Diakses 24 September 2023. 
  3. Bad Heart Habits. https://www.webmd.com/heart/ss/slideshow-bad-heart-habits. Diakses 24 September 2023. 
  4. Kandungan Rokok yang Berbahaya Bagi Kesehatan. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/406/kandungan-rokok-yang-berbahaya-bagi-kesehatan. Diakses 24 September 2023. 
  5. Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung. https://p2ptm.kemkes.go.id/tag/kurang-tidur-tingkatkan-risiko-penyakit-jantung. Diakses 24 September 2023.
× Hubungi Via WhatsApp