Operasi Jantung

Serangan Jantung vs Gagal Jantung, Apa Bedanya

Serangan Jantung vs Gagal Jantung, Apa Bedanya?

Serangan jantung dan gagal jantung adalah dua kondisi medis yang seringkali disalah artikan satu sama lain karena memang keduanya menyerang satu organ yang sama, yakni jantung. 

Padahal kenyataannya, terdapat sejumlah perbedaan serangan jantung dan gagal jantung, baik dari gejala, penyebab, intensitas, kapan terjadinya, hingga metode penanganannya. Meski begitu, jenis dari penyakit jantung ini pun sama-sama dapat menyebabkan kematian bila tak ditangani dengan baik.

Sekilas tentang Serangan Jantung 

Istilah medis yang digunakan untuk menyebut serangan jantung adalah infark miokard. Infark miokard terjadi saat aliran darah ke jantung terhambat. Akibatnya, jaringan di area tersebut tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk bertahan hidup. Jika tidak segera diobati atau aliran darah tidak kembali normal, hal ini dapat menyebabkan jaringan jantung rusak bahkan mulai mati.

Sekilas tentang Gagal Jantung

Gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif untuk memenuhi kebutuhan organ dan jaringan tubuh. Gagal jantung dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan. 

  • Gagal jantung kiri: Kondisi ini terjadi ketika ventrikel kiri tidak bisa memompa darah dengan baik seperti biasanya. Jenis gagal jantung ini pun memiliki 2 klasifikasi yaitu sistolik gagal sistolik dan gagal diastolik.
  • Gagal jantung kanan: Kondisi ini sering disebabkan oleh gagalnya pompa jantung ventrikel kanan yang arahnya ke paru-paru sehingga mengakibatkan darah kembali ke pembuluh darah balik dan menyebabkan penumpukan cairan pada perut, atau bagian tubuh lainnya seperti kaki.

Perbedaan Serangan Jantung Dengan Gagal Jantung

Setelah memahami definisi serangan jantung (infark miokard) dan gagal jantung, berikut ini adalah perbedaan utama di antara keduanya:

1. Gejala

Orang yang pernah mengalami infark miokard mungkin merasakan gejala yang berbeda. Namun, gejala yang paling umum dapat meliputi:

  • Nyeri pada area dada. Nyeri dari infark miokard juga bisa mempengaruhi area lain, termasuk lengan, bahu, punggung, dan leher.
  • Kesulitan bernapas
  • Keringat dingin
  • Merasa pusing 
  • Mual atau muntah
  • Kelelahan

Sedangkan gejala gagal jantung bisa berbeda tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi. Salah satu gejala umum yang terjadi baik pada gagal jantung adalah:

  • Sesak napas
  • Mudah lelah menjalani aktivitas sehari-hari
  • Batuk
  • Mual
  • Bengkak pada kaki, tangan, atau area perut
  • Buang air kecil menjadi lebih sedikit
  • Pusing atau nyeri kepala

2. Penyebab

Berbagai macam faktor dapat menyebabkan infark miokard, yang paling umum adalah penyakit arteri koroner. Pada kondisi ini, zat yang disebut plak telah menumpuk di dinding-dinding arteri melalui proses yang disebut aterosklerosis. 

Sedangkan gagal jantung biasanya disebabkan oleh kondisi medis lain yang membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, atau cedera maupun infeksi yang menyebabkan kerusakan pada jantung. Kondisi yang dapat menyebabkan gagal jantung diantaranya yaitu:

  • Serangan jantung
  • Penyakit jantung bawaan
  • Penyakit katup jantung
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Diabetes mellitus  

3. Kapan Terjadinya

Infark miokard sering kali terjadi secara mendadak atau tiba-tiba. Ini dapat terjadi kapan saja, bahkan saat seseorang sedang beristirahat atau tidur. Tidak ada tanda-tanda yang jelas sebelumnya, dan infark miokard dapat terjadi dalam hitungan detik. 

Sedangkan gagal jantung cenderung berkembang secara perlahan dan progresif selama jangka waktu yang lebih lama. Biasanya, tidak terjadi dengan tiba-tiba seperti infark miokard. Gejala awalnya mungkin tidak terlalu mencolok dan bisa muncul selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum diagnosis gagal jantung ditegakkan.

4. Intensitas

Serangan jantung seringkali memiliki intensitas yang tinggi. Nyeri dada yang dirasakan selama infark miokard dapat berkisar dari ringan hingga parah, dengan karakteristik seperti tekanan, perasaan penuh, atau sesak. Beberapa orang menggambarkan rasa nyeri ini sebagai salah satu yang terburuk yang pernah mereka alami.

Sebaliknya, gagal jantung cenderung memiliki intensitas yang lebih rendah secara keseluruhan jika dibandingkan dengan infark miokard. Gejala gagal jantung seperti sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan umumnya tidak bersifat akut dan sering berkembang secara bertahap. Intensitas gejala dapat meningkat seiring waktu ketika kondisi semakin memburuk, tetapi biasanya tidak sehebat infark miokard.

Meskipun intensitas gejala gagal jantung biasanya lebih rendah daripada infark miokard, perlu diingat bahwa gagal jantung adalah kondisi serius yang memerlukan pengelolaan medis yang baik dan perubahan gaya hidup untuk meminimalkan dampaknya.

5. Penanganan

Penanganan serangan jantung bertujuan untuk memulihkan aliran darah dengan menghilangkan atau mengurangi penyumbatan dan mencegah atau mengurangi kerusakan parah pada otot jantung. Pilihan pengobatan bisa mencakup angioplasti koroner. Angioplasti koroner adalah tindakan intervensi yang bertujuan untuk memulihkan aliran darah. 

Pada prosedur ini, dokter mungkin membuka atau melebarkan arteri yang diketahui ada penyempitan atau penyumbatan dengan bantuan balon dengan atau tanpa pemasangan stent/ cincin/ ring koroner atau penggunaan alat lain untuk menjaga arteri tetap terbuka. Seorang dokter mungkin juga meresepkan obat untuk mengurangi pembekuan, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi ketegangan pada jantung.

Di sisi lain, pengobatan gagal jantung cenderung lebih bervariasi sesuai dengan penyebab yang mendasari dan bertujuan untuk mengelola kondisi yang berkontribusi pada gagal jantung, mengurangi beban pada jantung, dan mencegah kondisi tersebut menjadi lebih parah. Pengobatan gagal jantung dapat mencakup:

  • Obat-obatan. Ada berbagai jenis obat yang digunakan untuk mengelola gagal jantung, termasuk diuretik dan inhibitor aldosteron yang membantu mengeluarkan cairan ekstra dan natrium melalui urinasi, beta blocker dan ivabradine yang memperlambat denyut jantung, ACE inhibitor dan ARB yang merilekskan dinding pembuluh darah, serta digoksin (Lanoxin) yang memperkuat detak jantung.
  • Memasang alat medis. Perangkat medis juga dapat dipasang untuk mengatasi mengobati gagal jantung. Seperti pacemaker yang membantu memperbaiki irama jantung, atau alat bantu ventrikel (VAD) yang membantu ventrikel memompa darah lebih efektif.
  • Prosedur bedah. Terkadang prosedur bedah mungkin diperlukan untuk menangani arteri tersumbat, kondisi katup jantung, atau kondisi bawaan. Dalam kasus yang sangat parah, transplantasi jantung mungkin disarankan.

Penting untuk diingat bahwa baik serangan jantung maupun gagal jantung adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis dan perubahan gaya hidup yang sehat untuk mengurangi faktor risikonya. 

Apabila Anda memerlukan informasi lebih lanjut mengenai serangan jantung, jangan ragu untuk segera menghubungi kami di nomor Whatsapp 0877-8777-8614. Kami menyediakan layanan homecare untuk pendampingan di rumah, telekonsultasi seputar penyakit jantung, atau persiapan berobat jantung di dalam negeri atau luar negeri.

(Artikel ini telah direview oleh dr. Keyvan Fermitaliansyah, Care Pro & Dokter Umum di Kavacare)

Sumber:

  1. What’s the Difference Between a Heart Attack and Heart Failure. https://www.healthline.com/health/heart/heart-attack-vs-heart-failure. Diakses 25 September 2023. 
  2. Heart attack vs. heart failure: What to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/heart-attack-vs-heart-failure. Diakses 25 September 2023.  
  3. Gejala Gagal Jantung Kongestif. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1783/gejala-gagal-jantung-kongestif-yuk-cari-tahu-lebih-lanjut. Diakses 25 September 2023.  
× Hubungi Via WhatsApp