pengaruh stres pada kesehatan jantung

Bagaimana Pengaruh Stres pada Kesehatan Jantung?

Setiap orang tentu pernah mengalami pengalaman yang membuat stres atau tertekan paling tidak sekali seumur hidupnya. Apa yang menjadi pemicu stres bagi satu orang tertentu belum tentu dapat menyebabkan jenis stres yang sama pada orang lain. Selain itu, cara setiap orang merasakan dan merespons stres yang dialami pun berbeda. Bila Anda menganggap stres hanya dapat terjadi pada orang-orang yang mengalami peristiwa tidak menyenangkan, perlu diketahui bahwa peristiwa besar yang membahagiakan pun dapat menimbulkan perasaan tertekan dan stres yang sama besar, misalnya menyambut hari pernikahan, mendapat berita promosi jabatan, hingga kepindahan ke rumah baru.

Namun, tahukah Anda bahwa stres memiliki dampak pada kesehatan jantung Anda? Jika Anda tiba-tiba dihadapkan pada situasi yang dapat memicu stres dan rasa cemas, jantung akan berdetak lebih cepat dan tekanan darah pun meningkat. Bahkan, jika seseorang telah didiagnosis menderita penyakit jantung, stres yang berdampak pada kondisi emosional orang tersebut juga dapat menghambat aliran darah ke bagian jantung.

Hubungan antara Stres dengan Penyakit Jantung

Respons tubuh terhadap stres sebenarnya merupakan aksi perlindungan terhadap tubuh. Namun jika hal tersebut berlangsung secara terus-menerus, pada akhirnya hormon kortisol yang dilepaskan sebagai respons terhadap stres ini dapat merusak tubuh. Hal ini bermula di pusat ketakutan otak, yang biasa disebut amigdala. Amigdala bereaksi terhadap stres dengan mengaktifkan respons fight-or-flight dan memicu pelepasan hormon kortisol yang semakin lama dapat meningkatkan kadar lemak tubuh, tekanan darah, hingga resistensi insulin.

Lebih jauh lagi, rangkaian reaksi terhadap stres menyebabkan peradangan pada arteri, mendorong penggumpalan darah yang kemudian mengganggu fungsi pembuluh darah. Dari segala hal tersebut, semuanya memicu aterosklerosis, penyakit arteri yang mendasari sebagian besar serangan jantung dan stroke. 

Penyebab Umum Stres

Mengalami stres merupakan bagian yang normal pada hidup setiap orang. Stres bisa disebabkan oleh faktor fisik, seperti kurang tidur atau sakit. Penyebab stres yang lain juga dapat berupa hal-hal yang bersifat emosional, seperti kekhawatiran tidak mempunyai cukup uang atau kematian orang yang dicintai.

Beberapa contoh penyebab stres yang berhubungan dengan dunia kerja, antara lain:

  • Tidak menikmati dan tidak merasa senang melakukan pekerjaan.
  • Memiliki beban pekerjaan yang berat atau terlalu banyak tanggung jawab yang dipikul.
  • Bekerja dengan jam kerja yang terlalu panjang.
  • Bekerja di lingkungan kerja yang buruk, ekspektasi atasan yang tidak jelas terhadap pekerjaan yang Anda lakukan, atau tidak memiliki kebebasan berpendapat dalam proses pengambilan keputusan di kantor.
  • Merasa rentan tidak memiliki peluang untuk maju atau bahkan riskan mengalami pemutusan hubungan kerja.
  • Menghadapi diskriminasi atau pelecehan di tempat kerja, terutama jika perusahaan tidak melakukan apa pun untuk mengatasi hal tersebut.

Selain stres karena masalah pekerjaan, ada pula stres yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa besar yang mengubah hidup seseorang, seperti:

  • Kematian orang yang dicintai.
  • Perceraian.
  • Kehilangan pekerjaan.
  • Perubahan alokasi keuangan yang meningkat.
  • Merencanakan pernikahan.
  • Menyambut kelahiran bayi.
  • Mengurus kepindahan ke rumah baru.
  • Menderita sakit atau cedera kronis.
  • Mengalami masalah emosional (depresi, kecemasan, kemarahan, kesedihan, menyimpan rasa bersalah, memiliki rasa percaya diri yang rendah).
  • Merawat anggota keluarga yang lanjut usia atau sakit keras.
  • Kejadian yang traumatis, seperti bencana alam, pencurian, pemerkosaan, atau kekerasan terhadap Anda atau orang terdekat Anda.

Cara Manajemen Stres Sederhana

Orang-orang merespons situasi stres secara berbeda. Beberapa orang dapat langsung bereaksi keras terhadap suatu situasi. Sementara beberapa orang lain, dapat merasa santai dan terkesan tidak peduli pada hal-hal yang sedang terjadi pada mereka. Bila Anda termasuk golongan orang yang memiliki respons yang kuat dalam mengalami situasi yang dapat mendatangkan stres, ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek stres pada tubuh Anda. Pertama, kenali situasi yang menyebabkan stres. Meski sulit, cobalah mengendalikan reaksi mental dan fisik Anda terhadap situasi stres tersebut. 

Cobalah hal berikut untuk membantu mengelola stres dan menjaga kesehatan jantung Anda.

Membiasakan Diri untuk Berolahraga

Olahraga dapat membantu Anda mengurangi efek yang terjadi dalam tubuh akibat stres. Untuk kesehatan jantung, usahakan untuk melakukan olahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Ini dapat dilakukan dalam sesi 30 menit, 5 hari seminggu. Selain itu, olahraga juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dengan mengontrol berat badan, mengontrol kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah. Olahraga memiliki manfaat lain yaitu membantu mengontrol keCemasan akibat stress. 

Memiliki Orang-Orang yang Selalu Mendukung Anda

Menikah, memiliki seseorang yang dapat diajak bicara dan dipercaya, atau tergabung dalam organisasi atau agama, dapat mengurangi tingkat stres dan risiko penyakit jantung. Jika Anda sudah menderita penyakit jantung, memiliki orang-orang yang mendukung Anda ini dapat membantu mengurangi risiko serangan jantung. Memiliki setidaknya satu orang yang dapat Anda andalkan, dapat mengurangi beban berat dan memberikan Anda kenyamanan. Sistem pendukung yang kuat juga membantu Anda menjaga diri dengan lebih baik. Kurangnya dukungan sosial meningkatkan kemungkinan terjadinya perilaku tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi makanan tinggi lemak, dan minum terlalu banyak alkohol.

Mendapatkan Penanganan Atas Stres yang Dialami

Stres yang berujung pada kecemasan jangka panjang dapat meningkatkan risiko kematian akibat gagal jantung mendadak. Cobalah aktivitas yang dapat mengurangi stres, seperti yoga, meditasi jalan kaki, meditasi tradisional, relaksasi guided imagery, atau metode lainnya. Alkohol, tembakau, dan kafein dapat meningkatkan perasaan cemas, stres, dan tekanan darah Anda. Mengurangi atau menghentikan konsumsi zat-zat ini dapat membantu mengurangi kecemasan dan stres yang Anda alami. Temui tenaga profesional bila stres yang Anda rasakan sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.

Mengurangi Beban Stres Pekerjaan

Stres di tempat kerja menjadi lebih menjadi masalah ketika Anda tidak memiliki sistem pendukung yang kuat atau Anda memiliki kecemasan jangka panjang. Jika Anda tidak dapat menemukan posisi lain di tempat kerja, lakukan apa yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kendali atas stres yang sedang dialami. Lakukan sesuatu yang menenangkan dan Anda nikmati. Mungkin membaca, berjalan, latihan pernapasan, atau menyeimbangkan antara beban pekerjaan dan aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan dengan menjalani hobi yang digemari.

(Artikel ini telah direview oleh dr. Keyvan Fermitaliansyah, Care Pro & Dokter Umum di Kavacare)

Sumber:

  1. Stress Can Increase Your Risk for Heart Disease – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=1&ContentID=2171#:~:text=The%20hormone%20cortisol%20is%20released,risk%20factors%20for%20heart%20disease. Diakses 29 Oktober 2023.
  2. Risk Factors for Heart Disease: Don’t Underestimate Stress | Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/risk-factors-for-heart-disease-dont-underestimate-stress. Diakses 29 Oktober 2023.
  3. The Impact of Mental Stress on Cardiovascular Health—Part II – PMC. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9369438/. Diakses 29 Oktober 2023.
  4. Relation between resting amygdalar activity and cardiovascular events: a longitudinal and cohort study – PMC. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7864285/. Diakses 29 Oktober 2023.Common Causes of Stress & Their Effect on Your Health. https://www.webmd.com/balance/causes-of-stress. Diakses 29 Oktober 2023.